Detail Soal
- Materi : Lembaga Sosial / Pranata Sosial
- Mata kuliah: Sosiologi Pertanian
- Prodi / Fakultas : Agroekoteknologi / Pertanian
- 20 Contoh Soal + Kunci Jawaban
Terdapat beberapa hal yang mendorong munculnya sistem Borongan dalam pertanian, antara lain, kecuali?
- jadwal tanam secara serentak untuk menghambat serangan hama
- penggunaan bibit unggul yang berumur pendek, sehingga pengolahan lahan harus dilakukan dengan cepat
- dinilai lebih murah dibandingkan upah harian terutama bila nilai makan (termasuk minum dan rokok) buruh tani juga diperhitungkan
- merepotkan pemilik lahan karena perlu menyediakan makan
Jawaban benar : merepotkan pemilik lahan karena perlu menyediakan makan
Jika petani dapat menerima sistem pengupahan tetap yang dinilai berpotensi memunculkan penyimpangan dibanding sistem yang lain sehingga mengakibatkan ongkos transaksi yang lebih besar tentunya ada mekanisme tertentu dimana pemilik lahan mampu mentolerir kenaikan ongkos transaksi tersebut dan memiliki strategi tertentu dalam mengendalikan ketidakjujuran tersebut. Secara teoritis petani pemilik lahan akan melakukan strategi sebagai berikut.
- Menerapkan hubungan patron-client
- Menerapkan sistem bonus dan penalty
- Menerapkan hubungan sosial yang baik
- Menggunakan buruh langganan
Jawaban benar : Menerapkan sistem bonus dan penalty
Menurut Koentjaraningrat, konsep gotong royong memiliki nilai budaya yang terkait dengan hubungan manusia karena, kecuali?
- manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan terikat dengan komunitas dan lingkungan alamnya
- selalu membangun hubungan yang baik dengan sesama adalah ketidakharusan
- kehidupan seseorang tergantung pada orang lain
- apa yang dilakukan terhadap sesama komunitas seyogyanya dilandaskan pada semangat kesetaraan atau kesejajaran
Jawaban benar : selalu membangun hubungan yang baik dengan sesama adalah ketidakharusan
Alasan petani mempekerjakan buruh langganan yang utama adalah karena, kecuali?
- hasil pekerjaan menjadi lebih baik
- memperoleh jaminan tenaga kerja
- terikat kebiasaan setempat
- semua benar
Jawaban benar : semua benar
Keluarga petani berdasarkan fungsinya merupakan social institution termasuk sebagai?
- lembaga ekonomi
- lembaga pendidikan
- lembaga kerabat
- semua benar
Jawaban benar : semua benar
Berikut merupakan lembaga sosial dalam hubungan ketenagakerjaan (labour institution) yaitu, kecuali?
- bawon
- upah borongan
- sistem sewa
- kedokan
Jawaban benar : sistem sewa
Hal yang melatarbelakangi adanya sistem sambatan atau resiprositas ketenagakerjaan yaitu, kecuali
- kebutuhan tenaga kerja yang tidak terpenuhi oleh tenaga kerja dalam keluarga
- komunitas menghadapi aktivitas yang sejenis dalam jangka waktu tertentu
- masyarakat relatif heterogen
- ada semangat kolektif, dan sistem ekonomi belum sepenuhnya mengarah pada dominasi mekanisme pasar (monetized economy)
Jawaban benar : masyarakat relatif heterogen
Berikut merupakan contoh dari Lembaga sosial non organisasi?
- Koperasi Unit Desa
- BUMDes
- Lembaga pemberdayaan masyarakat
- Sakap
Berikut merupakan contoh dari lembaga sosial sekaligus organisasi?
- persewaan
- bawon
- bagi hasil
- BUMDes
Tujuan dari adanya sistem tebasan sebagai Lembaga sosial dalam pemanenan hasil pertanian yaitu?
- Hasil panen yang didapatkan lebih banyak
- meningkatkan pengawasan terhadap pemanen
- menambah biaya panen
- meningkatkan tenaga kerja dengan alasan hubungan sosial
Jawaban benar : meningkatkan pengawasan terhadap pemanen
Kelembagaan ketenagakerjaan (labor institution) merupakan lembaga sosial yang terbentuk karena penggunaan tenaga kerja dalam proses produksi, pemberian upah dan kondisi kerja, dan terkait dengan jaminan pendapatan dan sosial.
Revolusi hijau yang mengawali pemanfaatan inovasi teknologi usahatani intensif menyebabkan semakin berkembangnya sistem bagi hasil, sistem sewa yang semakin rumit serta kesepakatan hubungan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.
Keputusan petani pemilik lahan tidak semuanya beralih ke sistem pengupahan tetap tidak semata-mata karena pertimbangan efisiensi tapi hubungan sosial pada komunitas petani prakapitalis untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat.
Lembaga sosial berfungsi untuk memberikan pegangan dalam melakukan pengendalian sosial (social control) dengan wujud berupa norma sosial, hubungan sosial dan pemenuhan kebutuhan ekonomi di masyarakat.
Sistem sambatan merupakan salah satu bentuk lembaga sosial non organisasi atau lembaga baru.
Sejalan dengan merasuknya sistem ekonomi uang di tengah kehidupan masyarakat desa maka mengakibatkan pergeseran atau perubahan pada lembaga gotong royong menjadi sistem sambatan.
Yang membedakan Lembaga baru dengan Lembaga lama yaitu sebagai bentuk perubahan Lembaga sosial yang ditandai dengan adanya ekonomi uang dan mobilisasi bukan partisipasi.
Tingkat keragaman lembaga kemasyarakatan dalam masyarakat pedesaan/pertanian tidak bergantung kepada tingkat perkembangan masyarakat desa yang bersangkutan.
BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan salah satu bentuk Lembaga sosial sekaligus organisasi karena perannya dalam memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan masyarakat desa.
Lembaga lama lebih didominasi oleh Lembaga sekaligus organisasi seperti gotong royong, sambatan, sistem sakap.